0 di keranjang

Keranjang kosong

Diskon besar di banyak kategori produk.

Jenis-jenis Tanaman Hidroponik, Media tanam, dan Panduannya Lengkap

Menanam tanaman hidroponik saat ini menjadi cara bercocok tanam yang banyak dilakukan. Hal ini dikarenakan terbatasnya lahan tanah yang ada, terlebih lagi di daerah yang padat penduduk seperti di perkotaan.

Hidroponik menjadi salah satu alternatif agar bisa bercocok tanam. Hidroponik sendiri merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Jenis tanaman hidroponik yang bisa dibuat juga beraneka macam jenisnya.

Budidaya tanaman hidroponik cenderung menggunakan media air yang sudah dicampur dengan nutrisi. Jenis metode yang digunakan juga ada banyak jenisnya, yakni metode NFT, water culture, sistem drip, dan sebagainya. Ternyata tidak semua tanaman bisa ditanam dengan media hidroponik, karena sifat tanaman yang berbeda-beda.

Berikut ini macam-macam tanaman yang bisa ditanam menggunakan teknik hidroponik.

Tanaman yang Dapat Ditanam dengan Teknik Hidroponik

Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan media hidroponik ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para  ahlinya. Jenis tanaman tersebut sangat cocok ditanam dengan hidroponik karena memiliki sifat-sifat tertentu. Anda tidak boleh asal menanam segala tanaman dengan hidroponik, karena tidak semua tanaman cocok. Justru tanaman bisa mati dan bahkan tidak bisa berbuah.

Tanaman Hidroponik

bersosial.com

Berikut jenis tanaman yang cocok ditanam dengan teknik hidroponik.

1. Selada

Selada merupakan jenis sayur yang sering dikonsumsi dalam keadaan mentah. Sayuran ini menjadi jenis tanaman yang paling mudah ditanam menggunakan teknik hidroponik. Meskipun ditanam dengan cara hidroponik, selada akan tumbuh dengan subur.

Selain itu, menanam selada hidroponik ternyata perawatannya  lebih mudah, sehingga untuk Anda yang masih pemula tidak akan kerepotan. Selada juga dapat tumbuh dalam waktu yang cepat, yakni dalam waktu 2 minggu bibit selada yang disemai sudah mengeluarkan dua lembar daun.

2. Timun

Timun merupakan jenis buah yang memiliki rasa menyegarkan saat dimakan, terlebih lagi jika saat suasana sedang panas terik. Menanam timun dengan teknik hidroponik akan mendatangkan hasil yang memuaskan. Yang perlu diperhatikan adalah melakukan perawatan dengan baik, agar timunnya besar-besar dan berbuah banyak.

Tanaman timun hidroponik juga harus mendapatkan cahaya matahari yang cukup agar dapat tumbuh dengan subur. Jika nantinya tanaman timun sudah tumbuh dengan besar, sebaiknya Anda juga menyediakan lahan yang luas, agar buah timun tidak rusak.

3. Sayuran Berdaun Hijau

Selain selada, ternyata sayuran berdaun hijau yang lain seperti kangkung, bayam, dan sawi juga bisa dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Seperti selada, jenis tanaman hijau ini juga akan tumbuh dengan subur saat ditanam dengan teknik hidroponik.

Saat menanam sayuran berdaun hijau sebaiknya jangan menunggu sampai sayuran tumbuh terlalu besar. Saat tumbuhan sudah terlalu besar dapat mengganggu sirkulasi udara, sehingga sayuran bisa layu bahkan mati.

4. Buah-Buahan

Selain sayur-sayuran, jenis buah-buahan seperti tomat, melon, dan cabe juga bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik. Agar buah-buahan tadi dapat tumbuh dengan subur sebaiknya Anda memperhatikan asupan nutrisi air dan cahayanya.

Untuk jenis buah-buahan berukuran besar seperti melon maka Anda juga harus menyediakan lahan yang luas, agar tanaman dan buahnya tidak rusak.

Selain mengetahui jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik, Anda juga harus mengetahui jenis-jenis media tanam yang digunakan. Untuk menanam tanaman hidroponik tidak diperlukan unsur hara, namun diperlukan inert yang berfungsi sebagai buffer penyangga tanaman. Berikut media tanam hidroponik yang dapat Anda pilih.

Media Tanam Hidroponik

Media tanam hidroponik juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pada saat hendak menanam dengan cara hidroponik. Dengan menggunakan media tanam yang tepat maka tumbuhan yang Anda tanam akan tumbuh subur dan berbuah lebat. Anda bisa mendapatkan media tanam di toko pertanian ataupun dengan cara membuat sendiri.

Tanaman Hidroponik

gamblisfx.com

Berikut ini media tanam hidroponik yang bisa Anda gunakan.

1. Arang Sekam

Arang sekam merupakan jenis media tanam hidroponik yang utama dan paling banyak digunakan. Media tanam hidroponik ini terbuat dari ampas padi.

Hasil tanaman hidroponik yang menggunakan arang sekam sebagai media tanamnya akan akan tumbuh dengan subur. Selain media tanam hidroponik buah dan sayuran, ternyata arang sekam juga bisa digunakan untuk pembibitan pohon.

2. Spons

Spons biasanya digunakan untuk mencuci berbagai perabotan yang ada di dapur. Selain untuk mencuci, ternyata spons juga bisa digunakan untuk media menanam tanaman hidroponik. Selain itu, spons juga bisa digunakan pada tahap pembibitan tanaman hidroponik.

Kegunaan spons untuk tanaman hidroponik ini dibuktikan dengan tumbuhnya lumut dan rumput kecil saat spons didiamkan di ruangan terbuka yang terkena air dan cahaya matahari yang cukup.

3. Expanded Clay

Jenis media tanam hidroponik yang selanjutnya adalah expanded clay. Expanded clay adalah jenis lahan liat yang di dalamnya  terkandung mineral. Penggunaan expanded clay sebagai media tanam hidroponik sangat baik dalam proses penyemaian atau tanaman muda.

4. Rock Wool

Media tanam yang berikutnya adalah rock wool. Rock wool ini merupakan jenis media non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara ataupun uap pada batuan yang meleleh. Dari proses tersebut akan menghasilkan fiber yang berongga.

5. Coir

Jenis media tanam hidroponik yang terakhir adalah coir. Coir adalah jenis media tanam yang terbuat dari serabut kelapa. Coir sangat bagus digunakan untuk pembibitan dan penyemaian tanaman hidroponik.

Panduan Menanam Hidroponik Sederhana

Tanaman Hidroponik

pinterest.at

Dengan mengikuti panduan menanam hidroponik yang benar maka Anda bisa mendapatkan hasil sayuran dan buah-buahan hidroponik yang segar dan melimpah. Perhatikan setiap tahapan-tahapannya dengan cermat. Berikut panduan menanam hidroponik sederhana yang benar.

1. Menyiapkan Benih Tanaman Hidroponik

Langkah pertama yang harus Anda persiapkan untuk menanam hidroponik  adalah menyiapkan benihnya. Cara menyiapkan benih untuk menanam secara hidroponik sama dengan benih seperti untuk menanam biasanya. Anda bisa mendapatkan benih di toko pertanian ataupun  membuat benih sendiri dengan mengambil biji dari buahnya.

Untuk Anda yang masih pemula lebih baik membeli benih yang sudah jadi, baik itu di toko pertanian ataupun membelinya secara online. Karena saat ini sudah banyak sekali toko online yang menjual bibit tanaman.

Setelah mendapatkan bibit tanaman yang dibutuhkan, selanjutnya adalah menebar dan menyemai benih tersebut. Adapun media penyemaian yang banyak digunakan adalah rock wool. Media rock wool sangat bagus digunakan karena memiliki daya serap yang tinggi dan steril. Anda dapat membeli rock wool sekaligus pada saat membeli benih tanaman.

2. Menyiapkan Media Tanam Hidroponik

Langkah selanjutnya setelah menyiapkan bibit tanaman adalah menyiapkan media  tanam hidroponik. Media tanam yang digunakan dapat berupa campuran sekam bakar dan pasir kerikil, memanfaatkan sabut kelapa, dan juga campuran rockwool dan pasir kerikil.

Kemudian, tempatkan media tanam pada wadah yang sudah disiapkan sebelumnya. Wadah dapat  berupa pot atau kaleng yang sudah tidak terpakai. Apabila benih tersebut sudah cukup umur, maka langkah selanjutnya adalah memindahkannya ke media tanam.

Terdapat tiga kriteria media tanam yang baik, yakni tidak mempengaruhi larutan nutrisi, mempunyai pori-pori yang baik, dan tidak menyumbat sistem pengairan. Masing-masing media tanam hidroponik sebenarnya memiliki keunggulan masing-masing. Namun, untuk media rockwool dan arang sekam adalah jenis media yang umum digunakan dalam bercocok tanam hidroponik.

3. Memberikan Nutrisi

Bercocok tanam hidroponik tidak memerlukan tanah, sehingga hanya mengandalkan nutrisi  dari luar yang Anda berikan. Agar pertumbuhan tanaman bisa lebih baik, Anda harus memperhatikan ukuran nutrisi  yang diberikan. Ukuran nutrisi tersebut harus dihitung  dengan presisi antara jumlah unsur makro dan unsur mikro.

Selain itu, Anda juga harus menggunakan nutrisi hidroponik yang tepat dengan jenis tanaman yang ditanam. Jenis nutrisi untuk hidroponik juga bisa diperoleh dengan cara meracik sendiri dan bisa pula dengan membelinya di  pasaran.

Untuk pemberian nutrisinya bisa dilakukan dengan disiram secara manual pada pagi dan sore hari. Jika Anda ingin yang lebih praktis maka bisa dengan cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick.

Sumbu yang bisa berupa kapas, sumbu kompor, atau kain bekas akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick adalah salah satu teknik hidroponik yang sederhana.

4. Perawatan Tanaman Hidroponik

Tahap yang berikutnya adalah tahap perawatan tanaman hidroponik. Dengan melakukan perawatan yang tepat maka tanaman hidroponik yang Anda tanam akan tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan.

Perawatan tanaman hidroponik ini tidak jauh berbeda dengan perawatan tanaman yang ditanam dengan media tanah. Perawatan yang dilakukan seperti pemangkasan, pembersihan gulma, dan lain-lain.

Keunggulan Hidroponik

Tanaman Hidroponik

gardenerdy.com

Menanam dengan teknik hidroponik ternyata memiliki berbagai keunggulan. Hal ini pula yang menyebabkan banyak orang memilih cara bercocok tanam yang satu ini. Berikut keunggulan menanam dengan cara hidroponik.

1. Hemat Biaya

Keunggulan menanam dengan  media hidroponik yang pertama adalah hemat biaya. Hal ini dikarenakan Anda tidak perlu melakukan penyiraman air secara terus menerus. Anda hanya perlu melakukan kontrol agar tanaman bisa tumbuh dengan subur.

2. Tidak Perlu Lahan yang Luas

Keunggulan yang selanjutnya adalah tidak memerlukan lahan yang luas. Meskipun jumlah tanaman yang ditanam banyak, Anda tidak perlu menggunakan lahan yang luas. Sangat cocok untuk orang yang tinggal di tempat yang padat penduduk, sehingga memiliki sedikit lahan untuk bercocok tanam.

3. Lebih Ramah Lingkungan

Menanam dengan cara hidroponik juga lebih ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan Anda tidak perlu menggunakan pestisida ataupun obat hama lainnya. Tanaman yang Anda tanam juga lebih sehat pastinya, karena tidak terkena obat-obatan kimia  seperti pestisida.

4. Tidak Merusak Tanah

Keunggulan teknik hidroponik yang berikutnya adalah tidak merusak tanah. Media tanam hidroponik tidak sedikitpun menggunakan tanah, sehingga tidak akan merusak unsur-unsur yang ada di dalam tanah.

5. Mudah Memeriksa Tanaman

Anda juga lebih mudah dalam memeriksa kesehatan tanaman. Caranya adalah dengan melihat kondisi akar tanaman hidroponik. Dari sini akan terlihat, jika akarnya sehat berarti tanaman tersebut juga dalam kondisi yang sehat.

6. Tanaman Terjamin Kesehatannya

Menanam dengan teknik hidroponik juga lebih terjamin kesehatannya. Terlebih lagi jika Anda menanamnya sendiri di rumah. Anda bisa menanam dengan memberikan nutrisi yang sehat pada tanaman. Tanpa penggunaan zat-zat kimia pastinya tanaman akan lebih sehat dikonsumsi. Dengan memakan makanan yang sehat pasti akan berimbas pada tubuh yang sehat pula.

Demikianlah ulasan tentang tanaman hidroponik yang dapat Anda jadikan referensi saat hendak melakukan budidaya tanaman hidroponik di rumah. Anda bisa melakukan penanaman dengan teknik hidroponik dalam skala kecil ataupun skala besar. Tentu saja untuk mendapatkan tanaman segar yang menyehatkan.