0 di keranjang

Keranjang kosong

Diskon besar di banyak kategori produk.

Cara Menanam Tomat yang Benar Agar Cepat Berbuah Lebat

Sayuran adalah jenis bahan makanan yang dibutuhkan oleh semua orang karena kandungan nilai gizi  yang dimilikinya. Salah satu jenis sayuran yang banyak digunakan adalah tomat. Rasanya yang menyegarkan membuat tomat seringkali dibuat menjadi lalapan. Namun dimakan saat sudah matang juga tidak kalah nikmat. Hal inilah yang membuat  banyak orang mencari tahu  cara menanam tomat yang benar agar bisa berbuah lebat.

Tomat sendiri termasuk sayuran dalam family Solanaceae yang banyak ditanam di dataran tinggi, dataran sedang dan dataran rendah. Tomat sendiri merupakan jenis tanaman semusim yang umurnya sekitar 4 bulan. Tanaman tomat juga mudah berbuah di segala media tanam, baik itu sawah, pekarangan, tegal, dan sebagainya.

Berikut ini tahapan menanam tomat yang dapat Anda lakukan agar berbuah lebat dan cepat berbuah.

Tahapan Budidaya Tomat

Budidaya tomat ini bisa dilakukan melalui biji dan juga bisa juga langsung menggunakan bibitnya. Untuk Anda yang ingin menanam melalui benih juga terdapat dua cara lagi, yakni langsung membeli bibitnya di toko pertanian dan juga bisa dengan mendapatkan biji tomat langsung dari buah tomat yang berkualitas.

1. Pilih Benih Tomat yang Berkualitas

Sebelum menentukan jenis tomat apa yang hendak ditanam sebaiknya Anda menyesuaikannya dengan karakteristik lokasi tanam. Jika lahan tanam berada di dataran tinggi sebaiknya pilih jenis varietas yang cocok ditanam di dataran tinggi, begitu juga dengan di dataran rendah dan dataran sedang.

cara menanam tomat

etsy.com

Cara menanam tomat juga bisa dilakukan dari biji/benih ataupun langsung dari bibitnya. Untuk Anda yang hendak menanam tomat dari bijinya sebaiknya pilih benih yang berkualitas, maksudnya yang memiliki produksi tinggi dan tahan penyakit.

Biji atau benih tomat bisa Anda dapatkan di toko-toko pertanian dengan berbagai merk yang berbeda-beda. Sedangkan bibit tomat bisa Anda dapatkan di tempat pembibitan tomat atau penjual yang menyediakan bibit tomat.

2. Lakukan Proses Fermentasi

Untuk Anda yang menggunakan biji tomat dari buahnya secara langsung sebaiknya lakukan proses fermentasi terlebih dahulu. Caranya dengan membiarkan biji tomat berada di dalam mangkuk selama 2-3 hari.

Adapun tujuan proses fermentasi ini adalah untuk mencegah datangnya penyakit yang dapat menyerang tanaman tomat. Kemudian, cuci bersih biji tomat dengan air. Saat mencuci tambahkan sedikit garam dan cuka.

Saat mencuci sebaiknya sambil direndam agar terlihat jenis benih yang baik dan buruk. Benih yang buruk akan terapung saat direndam, lalu buanglah segera benih tersebut. Setelah selesai segera keringkan benih tomat tersebut.

3. Taruh di Lemari Es

Langkah selanjutnya adalah menyimpan biji yang sudah dikeringkan tadi ke dalam lemari es. Saat disimpan pastikan Anda menyimpannya dengan rapat di dalam plastik. Simpan biji tomat selama 1-2 minggu.

4. Tebar Benih Tomat

Keluarkan benih tomat dari lemari es  dan mulailah menebar benihnya. Agar  tanaman tomat bisa tumbuh dengan mudah, Anda bisa menebar benih tersebut  di dalam pot. Dalam satu pot bisa berisi  2-3 biji tomat. Lalu tutup biji tersebut dengan tanah. Biarkan selama satu minggu sembari disiram dengan sedikit air agar tanah di dalam pot tetap lembab.

5. Simpan di Tempat Hangat

Simpan pot yang berisi biji tomat tersebut di tempat yang hangat. Anda bisa menaruh pot tersebut di bawah sinar matahari selama beberapa jam, lalu pindahkan kembali ke tempat yang teduh.

6. Pindahkan ke Kebun

Saat  tanaman tomat yang ada di dalam pot sudah tumbuh sekitar 4-5 cm, selanjutnya pindahkan ke kebun. Anda tetap harus  menyiraminya secara teratur, agar bisa tumbuh dengan cepat dan subur.

7. Jangan Memangkas Daunnya

Ada orang yang mengatakan untuk memangkas daun tanaman tomat agar cepat berbuah. Ternyata hal tersebut tidaklah benar. Hindari memangkas daun tanaman tomat, karena akan membuat proses pengolahan makanan di daun tomat menjadi tidak sempurna.

Ciri-Ciri Tanaman Tomat Siap Panen

budidaya tomat

business-vector.info

Biasanya tomat siap panen pada usia 90-100 HST. Ciri-ciri tomat siap panen yang dapat  Anda amati seperti kulit buah berubah warna dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun terlihat tua mengering, batang tanaman tomat menguning saat pada dan sore hari. Jika ciri-ciri tersebut sudah ada pada tanaman tomat yang Anda tanam, berarti tomat tersebut sudah siap panen.

Media Tanam Tomat Lahan Terbatas

Untuk Anda yang memiliki lahan terbatas namun ingin menanam tomat maka bisa menggunakan metode tanam buah dalam pot atau biasa disebut tabulampot dan juga bisa menggunakan sistem tanaman hidroponik. Yang membedakan dari kedua cara tersebut adalah media tanam yang digunakan.

Pada sistem tabulampot, banyak menggunakan media pupuk kandang yang kemudian dimasukkan ke dalam pot, kemudian bibit tomat ditanam. Sedangkan untuk hidroponik cenderung lebih banyak menggunakan air sebagai media pemberian nutrisi khusus.

Tujuannya agar hasil tanaman tomat nantinya bisa mendapatkan buah yang melimpah dan berkualitas. Untuk orang yang gemar menanam dengan cara hidroponik, tanaman tomat menjadi jenis tanaman yang banyak dipilih. Kandungan vitamin yang ada di buah ini membuat banyak orang ingin menanamnya sendiri di  rumah.

Sebenarnya menanam sayur sendiri lebih menyenangkan, terlebih lagi bagi Anda yang senang bercocok tanam. Selain bisa menghemat biaya belanja sayur harian, bisa juga untuk menjaga kesehatan, karena tanaman yang ditanam sendiri tidak menggunakan berbagai jenis obat-obatan kimia yang bisa berbahaya untuk kesehatan.

Demikianlah ulasan tentang cara menanam tomat yang benar. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda yang ingin menanam tomat sendiri di rumah. Pastikan untuk melakukan setiap langkahnya dengan benar, agar hasilnya sesuai dengan harapan.