0 di keranjang

Keranjang kosong

Diskon besar di banyak kategori produk.

Tips Sukses Cara Menanam Cabe dan Jenis-Jenisnya yang Perlu Diketahui

Cabe merupakan salah satu jenis bumbu di dapur yang keberadaannya sangat penting. Mengingat berbagai jenis masakan di Indonesia hampir semuanya menggunakan cabe. Jenis cabe juga bermacam-macam, sehingga Anda bisa memilih jenis cabe apa yang hendak digunakan untuk memasak. Menanam cabe sendiri juga bisa menjadi alternative yang tepat, sehingga Anda bisa mencari tahu tentang cara menanam cabe yang benar.

Rasa cabe yang pedas menjadikannya dapat digunakan sebagai penambah nafsu makan. Bahkan bagi sebagian orang, saat makan tanpa cabe maka masakan akan terasa hambar. Untuk Anda yang akan menanam cabe sendiri sebaiknya memperhatikan beberapa aspek terlebih dahulu, agar nantinya mendapatkan hasil yang sesuai harapan.

Berikut ini cara menanam cabe yang baik dan benar sehingga dapat menghasilkan.

Cara Menanam Cabe yang Baik dan Benar

Cara menanam cabe yang baik dan benar di bawah ini harus dilakukan sesuai dengan ketentuan, agar nantinya cabe yang ditanam dapat menghasilkan buah yang berkualitas. Berikut cara menanam cabe yang baik dan benar.

1. Menentukan Lokasi Budidaya

Tahapan menanam cabe yang pertama adalah menentukan lokasi budidaya. Hal ini merupakan tahapan yang penting untuk dilakukan, karena cabe akan tumbuh subur jika kebutuhannya untuk hidup terpenuhi. Cabe akan tumbuh dengan baik tergantung dimana Anda menanamnya.

tips sukses budidaya cabai

epetani.pertanian.go.id

Berikut syarat lokasi menanam cabe yang harus terpenuhi:

  • Cabe dapat hidup dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 300-2000 meter di atas permukaan laut.
  • Kemudian temperature suhu ideal untuk tanaman cabe ialah sekitar 24-27 derajat celcius.
  • Cabe baik ditanam di lokasi yang kelembaban udaranya tidak terlalu tinggi.
  • Cabe sangat baik di tanam di sawah bekas tegalan , tanah yang gembur, memiliki banyak unsur hara, dan memiliki persediaan air yang cukup.
  • Kebutuhan cahaya matahari tercukupi, karena tanaman cabe membutuhkan cahaya matahari sepanjang hari. Usahakan agar tidak tertutup pohon yang lebih tinggi.
  • Memiliki pH tanah netral, sekitar 5 sampai 7.

Setelah Anda menentukan lokasi budidaya tanaman cabe yang tepat, lalu langkah yang berikutnya adalah melakukan persiapan pengolahan media tanam.

2. Pengolahan Media Tanam

Selain menentukan lokasi budidaya dengan seksama, Anda juga harus melakukan pengolahan media tanam dengan benar. Agar nantinya tanaman cabe dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak. Berikut tahapan dalam pengolahan media tanam:

  • Tahapan yang pertama adalah mencangkul atau membajak lahan agar menjadi gembur. Selain itu, mencangkul juga akan menghilangkan gulma dan tanaman bekas yang sebelumnya. Setelah selesai mencangkul Anda bisa mendiamkan lahan selama beberapa hari.
  • Untuk Anda yang memiliki lokasi budidaya dengan pH yang terlalu asam atau kurang dari 5, maka diperlukan tambahan kapur dolomite. Anda bisa memberikan kapur dolomite pada proses pembajakan lahan. Kemudian biarkan kurang lebih satu minggu agar pH tanah menjadi netral.
  • Setelah pemberian kapur dolomite selesai, Anda bisa menambahkan pupuk kandang agar kebutuhan unsure hara tanaman cabe terpenuhi. Dosis pemberian pupuk kandang adalah sebanyak 1 ton/hektar lahan.
  • Setelah proses pemberian pupuk, Anda bisa mendiamkan lahan selama satu minggu. Tujuannya agar pupuk kandang dapat meresap dengan baik ke lahan yang akan digunakan untuk menaman cabe tersebut.
  • Tahap yang selanjutnya adalah membuat bedengan di atas lahan dengan lebar 1 meter, tinggi 30 cm, dan panjangnya disesuaikan denga kondisi lahan.
  • Anda juga harus memberikan jarak antar bedengan yang nantinya dapat difungsikan sebagai parit dengan jarak 50-80 cm.
  • Jika sudah, maka Anda bisa menutup bedengan dengan mulsa plastik yang dibuatkan lubang untuk tanaman dengan kaleng susu bekas.
  • Adapun jarak antar lubang tanam ialah antara 50 -60 cm dengan membentuk pola zig zag.
  • Langkah yang terakhir adalah diamkan bedengan yang sudah ditutup mulsa plastik tersebut selama satu minggu sebelum Anda mulai menanam cabe.

3. Pilih Bibit Berkualitas

Untuk bisa mendatkan hasil cabe yang berkualitas tentunya Anda juga harus memilih benih cabe dengan varietas terbaik. Apabila Anda sudah menerapkan cara penanaman cabe yang benar, namun benih yang dipilih kurang baik maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik dan hasil panen juga tidak akan maksimal.

bibit cabai

edenbrothers.com

Pilihlah benih cabe yang berasal dari varietas unggulan, memiliki kualitas yang sudah terbukti, bebas dari hama penyakit, dan hasil panen melimpah. Setelah mendapatkan bibit yang baik, Anda bisa merendamnya di air hangat untuk merangsang proses perkecambahan benih cabe.

4. Persemaian Benih Cabe

Setelah benih cabe berkecambah, langkah yang selanjutnya adalah menyemaikan benih tersebut. Persemaian bibit  cabe dibentuk sedemikian rupa, sehingga menghadap ke arah timur. Lalu diberi naungan plastik.

Media tanam persemaian benih cabe dapat dibuat dari campuran pupuk kandang yang sudah matang dengan tanah. Perbandingannya adalah 1 : 3. Lalu masukkan campuran media persemaian tersebut ke dalam polybag dengan ukuran 4 x 6 cm.

Kemudian masukkan benih cabe ke dalam media tanam polybag. Setiap polybag diisi satu  benih cabe. Seetelah di tanam ke polybag, kemudian biji ditutup tipis dengan tanah dan dicampur dengan pupuk kandang. Lakukan penyirama secara rutin pada pagi dan sore hari sampai tumbuh tunas pada benih cabe.

5. Cara Menanam Cabe

Apabila persemaian benih telah dilakukan, lalu masuk kee tahap yang berikutnya yakni menanam cabe. Dalam menanam cabe harus dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat agar nantinya bisa mendatangkan hasil yang memuaskan sesuai apa yang Anda harapkan.

Setelah bibit yang ada di media persemaian telah berumur 4 minggu dan sudah keluar daunnya, maka sudah saatnya memindah benih tersebut ke media tanam yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Sebaiknya Anda memilih benih yang sehat, memiliki pertumbuhan yang mulus, bebas hama penyakit, serta berdaun 2 hingga 6 helai untuk setiap benihnya.

Agar benih cabe tidak cepat layu, sebaiknya Anda menanam pada saat pagi atau sore hari. Lepaskan polybag dari benih cabe secara hati-hati agar akar tanaman cabe tidak rusak. Masukkan ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah sampai ujung pangkal benih cabe tersebut.

6. Pemeliharaan Tanaman Cabe

Setelah Anda menanam cabe, maka masuk ke tahap yang selanjutnya, yakni memelihara tanaman cabe. Pemeliharaan yang dapat Anda lakukan meliputi penjarangan, penyulaman, pemupukan susulan, penyiangan, dan penyiraman tanaman cabe.

7. Panen

Setelah pemeliharaan dilakukan dengan baik, masuk ke tahap yang berikutnya yakni panen. Cabe sudah bisa dipanen saat berusia 60 sampai 80 hari. Proses pemanenan ini bisa dilakukan setiap dua atau tiga hari sekali. Tergantung dengan kondisi buah cabe yang Anda tanam.

panen cabai

ngasih.com

Sebaiknya panen dilakukan pada  saat pagi hari dengan menggunakan gunting panen. Petiklah cabe yang sudah matang, namun tidak terlalu tua. Setelah dipetik, sebaiknya simpan cabe di tempat yang teduh dan tidak lembab agar tidak ditumbuhi jamur.

Setelah mengetahui cara menanam cabe yang tepat, Anda juga harus mengetahui jenis-jeis cabe yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Untuk orang yang sudah terbiasa menanam mungkin tidak akan kesulitan. Namun, untuk orang yang masih belum terbiasa akan kebingungan menentukan jenis cabe yang akan di tanam.

Jenis-Jenis Cabe Budidaya

Mengetahui jenis-jenis cabe yang akan dibudidayakan merupakan hal yang penting, agar nantinya Anda bisa membuat perencanaan usaha tani yang tepat. Sehingga, bisa menentukan modal yang dibutuhkan, teknik budidaya yang tepat, dan pasar yang dibidik. Terdapat tiga jenis  cabe yang banyak ditanam di Indonesia, yakni cabe besar, cabe rawit, dan cabe hibrida.

cara tanam cabai

mygardenlife.com

1. Jenis Cabe Besar

Cabe besar yang memiliki nama Latin Capsium annum L ini menjadi komoditas pertanian yang penting di Indonesia. Terdapat tiga golongan cabe besar, yakni cabe merah besar, cabe merah keriting, dan cabe hijau. Dari varietas yang banyak terdapat tiga varietas yang paling terkenal, yakni:

  • Cabe merah besar. Cabe ini memiliki bentuk lonjong panjang dengan ujungnya yang lancip. Kulit cabe mulus dan agak tebal seperti terdapat lapisan lilin.
  • Cabe merah keriting. Jenis cabe yang satu ini memiliki bentuk panjang dan diameternya kecil. Ujungnya lancip dan runcing. Kulit buahnya relative tipis, tidak mulus atau keriting bergelombang.
  • Cabe hijau. Cabe hijau sendiri merupakan cabe merah besar atau cabe merah keriting yang dipanen saat masih hijau. Biasanya cabe dipanen saat masih hijau agar mendapat hasil yang cepat atau memang sulit dipanen hingga berwarna merah.

Daerah yang curah hujan dan kelembabannya tinggi sulit memanen cabe hingga merah. Harga cabe ini lebih murah dan rasanya tidak terlalu pedas.

Tanaman cabe besar cenderung sensitive terhadap cuaca, penyakit, dan hama. Jika Anda menanam dalam jumlah banyak diperlukan pengalaman dan keterampilan khusus. Modal menanamnya juga termasuk besar dengan resiko menanam cabe yang tinggi. Saat kekurangan pasokan harga cabe besar bisa sangat tinggi.

2. Jenis Cabe Rawit

Cabe rawit atau memiliki nama Latin Capsium frutescens ini memiliki ukuran yang kecil, panjangnya hanya sekitar 2-4 cm. Cabe rawit cenderung lebih pedas daripada cabe besar. Warnanya sangat beragam, yakni hijau, kuning, merah, hingga oranye.

Cabe rawit bisa berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Lebih tahan terhadap segala kondisi cuaca dan tumbuh di dataran tinggi serta rendah.

3. Jenis Cabe Hibrida

Cabe hibrida sebenarnya termasuk ke dalam golongan cabe besar. Cabai ini mengalami persilangan dan seleksi dengan teknik pemuliaan modern. Cabe hibrida cenderung tidak tahan jika di tanam di lahan terbuka. Namun memiliki keunggulan dalam bentuk, ketehanan terhadap penyakit, dan produktivitas. Jenis cabe hibrida yang popular yaitu:

  • Cabai merah: emerald, hot beauty, imperal, horizon, biola, inko hot.
  • Cabai keriting: tanjung-1, lembang-1, papyrus, dan kunthi.
  • Cabe rawit: juwita, dewata, taruna, bara, dan discovery.
  • Paprika: suniya, Edison, dan hairloom.

Demikianlah ulasan tentang cara menanam cabe dan jenis-jenis cabe yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda yang hendak menanam cabe, baik itu dalam partai kecil maupun dalam partai besar. Pastikan memperhatikan cara menanam dan jenis-jenisnya dengan cermat, agar hasil yang diperoleh lebih memuaskan sesuai harapan.