0 di keranjang

Keranjang kosong

Diskon besar di banyak kategori produk.

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik untuk Pemula Tumbuh Subur

Memasak memang tidak akan pernah lepas dari penggunaan berbagai bumbu-bumbu  yang beraneka macam jenisnya. Dengan menggunakan bumbu yang lengkap maka masakan akan terasa lebih enak dan sedap. Salah satu jenis bumbu dapur yang paling sering digunakan adalah bawang merah. Pentingnya bawang merah untuk memasak membuat banyak orang mencari tahu cara menanam bawang merah yang benar.

Karena permintaan pasar akan bawang merah selalu banyak, maka  tidak jarang harga bawang merah bisa menjadi sangat mahal. Jika Anda bisa menanamnya sendiri di  rumah tentu saja akan memberikan keuntungan tersendiri, karena bisa mengurangi biaya belanja bumbu dapur.

Menanam bawang merah ternyata bisa menggunakan hidroponik. Berikut ini cara menanam bawang merah melalui hidroponik.

1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Sebelum mulai menanam bawang merah hidroponik, langkah yang pertama adalah menyiapkan alat dan bahan. Berikut alat dan bahan yang harus Anda persiapkan:

  • Air
  • Alat pengukur TDS
  • Alat pengukur pH
  • Nutrisi hidroponik/ab mix
  • Bibit bawang merah
  • Media tanam (arang sekam)
  • Kain flannel
  • Gunting
  • Cutter
  • Pot (bisa menggunakan botol atau toples bekas).

2. Menyiapkan Pot dan Tandon Nutrisi

Setelah menyiapkan alat dan bahan, langkah yang selanjutnya adalah menyiapkan media tanam berupa pot dan tandon nutrisi. Pot dan tandon nutrisi yang dipersiapkan juga bisa menggunakan barang yang sudah tidak terpakai, seperti toples bekas ataupun botol.

Jika semuanya sudah dipersiapkan, selanjutnya adalah menyiapkan pot dan tandon nutrisi agar siap pakai. Berikut langkah-langkahnya:

  • Anda harus memastikan jika ukuran pot harus sesuai dengan ukuran toples yang tadi sudah dipersiapkan.
  • Kemudian lubangi tutup toples. Pastikan jika bentuk dan ukuran lubang sesuai dengan pot yang telah disiapkan tadi.
  • Buatlah lubang udara dengan diameter kurang dari 1 cm pada bagian sisi samping toples.
  • Jika sudah, langkah selanjutnya adalah membuat lubang udara sedikit lebih rendah ke bawah dari posisi potnya.
  • Kemudian gunting kain flanel dan pasangkan pada bagian bawah pot.
  • Masukkan media tanam ke dalam pot yang sudah disiapkan tadi.
  • Anda bisa memberi cat pada toples/tandon agar larutan nutrisi  tidak ditumbuhi lumut. Pilih warna cat gelap yang tidak tembus cahaya.

3. Menyiapkan Media Tanam

Cara Menanam Bawang Merah

Media tanam hidroponik biasanya menggunakan arang sekam atau cocopeat. Anda juga bisa mencampur kedua media tanam tersebut dengan perbandingan 1:1. Sebelum Anda memasukkan media tanam ke dalam pot, terlebih dahulu pastikan jika sumbu yang terbuat dari kain flanel sudah terpasang dengan benar.

4. Menyiapkan Bibit

Untuk bibitnya, Anda bisa menggunakan bawang merah yang ada di dapur. Bibit bawang merah yang baik terlihat kering dan tua. Selain itu, umbi yang baik juga terlihat mengkilat dan padat. Pastikan pula Anda memilih umbi bawang merah yang terlihat calon akarnya.

Jika sudah menyiapkan umbi yang akan dijadikan bibit, langkah yang selanjutnya adalah memotong sedikit ujung bawang merah 1/5 dari ukuran bibit.

5. Menanam Bibit

Langkah yang berikutnya adalah menanam bibit  bawang merang. Pertama-tama siram terlebih dahulu media tanam dengan air biasa, kemudian benamkan setengah bagian umbi ke media tanam.

Jika sudah, selanjutnya letakkan media tanam ke tempat yang teduh selama 3 sampai 4 hari. Atau tunggu sampai bawang merah mengeluarkan tunasnya. Apabila tunas sudah tumbuh sekitar 1 cm, lalu isi tandon dengan larutan ab mix. Lalu letakkan media tanam di tempat yang terkena cahaya matahari.

6. Pastikan Kebutuhan PPM dan pH Nutrisi Terpenuhi

Untuk bisa menanam bawang merah sesuai dengan ketentuan, maka langkah yang selanjutnya adalah memastikan jika kebutuhan PPM dan pH nutrisi telah terpenuhi. Nutrisi ab mix sebenarnya memiliki 2 bagian, yakni nutrisi A dan nutrisi B.

Apabila nutrisi ab mix yang Anda miliki berbentuk serbuk atau padat, sebaiknya larutkan terlebih dahulu agar menjadi larutan. Nutrisi A dan B harus dilarutkan dengan wadah yang berbeda.

Sebenarnya pada setiap tahap pertumbuhan, kebutuhan PPM nutrisi bawang merah berbeda-beda. Semakin tua usia bawang merah maka kebutuhan PPM nutrisi juga semakin banyak. Berikut ini rincian kebutuhan PPM nutrisi:

  • pH ideal bawang merah : 5,5-6,5
  • Awal tanam atau sejak tunas sampai berukuran 1 cm : 400 PPM
  • Minggu ke-2 : 800 PPM
  • Minggu ke-3 sampai ke-5 : 1.000 PPM
  • Minggu ke-6 sampai seterusnya : 1.200 PPM.

7. Proses Pemeliharaan dan Perawatan

Agar tanaman bawang merah hidroponik dapat tumbuh dengan maksimal, sebaiknya Anda melakukan tahapan pemeliharaan dan perawatan dengan baik dan benar. Ternyata cara melakukan perawatan pada bawang merah hidroponik tidaklah susah.

Pastikan untuk selalu mencukupi kebutuhan nutrisinya dengan cara menstabilkan pH air menggunakan alat pengukur pH. Anda juga harus melakukan pemeriksaan larutan nutrisi pada tandon secara berkala.

Pastikan pula jangan sampai air nutrisi yang ada di dalamnya kekeringan. Hal yang tidak boleh terlewatkan adalah jangan lupa untuk menggunakan nutrisi dengan PPM yang sesuai dengan usia tanaman. Jika tanaman sudah berusia 60-65 hari Anda bisa memanennya. Atau saat daunnya sudah menguning dan rebah, maka bawang merah siap dipanen.

Apabila Anda ingin menggunakan bawang merah yang dipanen tadi sebagai bibit, maka cukup membiarkan bawang merah menua dan keringkan di bawah sinar matahari. Mudah bukan cara menanam bawang merah hidroponik tersebut? Anda bisa menikmati bawang merah yang ditanam sendiri, jika menanam dalam jumlah banyak bahkan bisa juga untuk dijual.