0 di keranjang

Keranjang kosong

Diskon besar di banyak kategori produk.

7 Tips dan Cara Beternak Ayam Petelur Bagi Pemula

Ayam petelur merupakan komoditas peternakan yang banyak diminati oleh masyarakat. Terlihat di berbagai daerah membuka usaha ini dan hasilnya pun terbilang cukup memuaskan. Tentu untuk mendapatkan hal ini tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Terutama bagi pemula, sangat penting untuk mengetahui tips dan cara beternak ayam petelur secara tepat agar dekat dengan ekspektasi Anda.

Secara umum tujuan dari peternakan ayam petelur ini adalah budidaya ayam dengan tujuan diambil hasil telurnya. Jika dihitung rata-rata, setiap satu ayam petelur dapat bertelur sekitar 200 telur dalam satu tahun. Berbeda dengan ternak ayam pedaging yang tujuan pemeliharaannya adalah diambil dagingnya.

Nah, bagi Anda yang saat berniat untuk membuka usaha ternak ayam petelur, ada beberapa tips dan cara beternak ayam petelur yang penting untuk Anda ketahui agar dapat membuahkan hasil sesuai yang diharapkan. Langsung saja berikut tips dan cara beternak ayam petelur bagi pemula.

1. Jenis Ayam Petelur

Hal pertama yang harus Anda pahami adalah tentang jenis ayam petelur yang akan Anda budidayakan. Hal ini sangat penting untuk dipahami karena hasil telur yang akan dihasilkan sangat menentukan terhadap nilai jual di pasaran. Secara umum terdapat dua jenis ayam petelur yang biasa dibudidayakan yaitu ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat.

Cara Beternak Ayam Petelur

nasastockist.com

a. Ayam Petelur Putih

Jenis ayam petelur yang pertama adalah ayam petelur putih atau yang bisa disebut dengan ayam ringan. Ayam petelur putih ini merupakan jenis ayam petelur yang bisa dengan mudah dijumpai. Ayam petelur putih bisa Anda kenali dengan beberapa ciri di bawah ini:

  • Sensitif terhadap panas
  • Sensitif terhadap suara
  • Menghasilkan telur berwarna putih
  • Berat tubuh ayam ringan.

b. Ayam Petelur Cokelat

Jenis ayam petelur yang selanjutnya adalah ayam petelur cokelat atau yang biasa disebut ayam medium. Ayam petelur cokelat memiliki beberapa ciri-ciri yaitu sebagai berikut:

  • Telurnya berwarna cokelat
  • Ukuran telur ayam petelur cokelat cenderung lebih besar daripada telur ayam petelur putih
  • Harga telur lebih mahal daripada telur ayam petelur putih
  • Selain sebagai ayam petelur, ayam petelur cokelat juga bisa difungsikan sebagai ayam pedaging atau dengan kata lain bisa diambil dagingnya
  • Ayam petelur cokelat termasuk jenis ayam petelur yang cukup sulit dijumpai.

2. Bibit Ayam Petelur

Hal kedua yang harus bisa Anda lakukan adalah mendapatkan bibit ayam petelur yang akan dibudidaya. Ada dua cara umum yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan ayam petelur yaitu yang pertama dengan cara menetaskan sendiri dari telurnya atau cara yang kedua yaitu dengan cara membeli anakan dari peternak ayam petelur yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.

Secara sekilas, cara mendapatkan bibit ayam petelur ini mungkin terlihat mudah. Namun sebelumnya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar mendapatkan bibit ayam petelur yang berkualitas dan sesuai dengan harapan Anda. Beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan adalah sebagai berikut:

  • Ayam tidak memiliki kecacatan
  • Bibit ayam mempunyai berat badan yang ideal, dalam arti tidak terlalu ringan atau tidak terlalu berat
  • Bibit ayam memiliki perkembangan yang cepat
  • Memiliki bulu yang halus dan lembut
  • Bibit ayam dalam keadaan yang sehat
  • Berasal dari indukan yang sehat dan berkualitas.

3. Kandang

Hal ketiga yang harus Anda perhatikan adalah kandang yang menjadi tempat budidaya ayam petelur. Setelah menentukan jenis ayam petelur terbaik yang berkualitas dan mendapatkan bibit ayam yang akan dibudidaya, hal selanjutnya yang harus dibereskan adalah mempersiapkan kandang ayam tempat budidaya ayam petelur.

Hal ini berkaitan dengan ukuran kandang. Besarnya kandang tentu saja harus disesuaikan dengan banyaknya ayam yang akan Anda budidaya. Semakin banyak ayam petelur yang akan Anda ternak maka semakin luas juga ukuran kandang yang harus Anda persiapkan.

Cara Budidaya Ayam Petelur

garudanews.id

Berbicara soal kandang ayam, secara umum terdapat dua jenis ayam yang bisa Anda jadikan referensi yaitu kandang koloni atau kandang umparan dan kandang baterai. Kandang umparan atau koloni adalah kandang ayam dimana ayam diletakkan dalam satu kandang besar secara tercampur.

Sedangkan kandang baterai merupakan kandang ayam yang khusus ditujukan untuk jenis ayam petelur. Biasanya satu kandang hanya digunakan untuk satu ekor ayam saja.

4. Tempat

Jika jenis kandang sudah Anda pikirkan dengan mantap, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memikirkan tempat dimana Anda akan membangun kandang ayam petelur ini. Sebab usaha ayam erat kaitannya dengan bau tidak sedap baik bau dari ayam ataupun kotoran ayam. Pilihlah tempat terbaik yang tidak mengganggu keadaan lingkungan sekitar.

5. Pakan

Untuk mendukung perkembangbiakan ayam petelur, cara beternak ayam petelur yang selanjutnya adalah memperhatikan soal pakan ayam. Pilihlah pakan berkualitas agar seperti pakan sentrat, tepung ikan ataupun jagung. Selain pakan ayam, Anda juga harus dengan tepat memberikan minumannya.

Di dalam minuman ayam biasanya diberikan vitamin khusus ayam yang sebagai obat anti stress ataupun sebagai nutrisi untuk kesehatan ayam.

6. Perawatan

Tips dan cara beternak ayam petelur yang berikutnya adalah tentang perawatannya. Dalam perawatan ini beberapa hal yang perlu dikendalikan adalah soal kebersihan kandang dan juga vaksinasi.

7. Panen

Step yang terakhir dalam cara beternak ayam petelur bagi pemula adalah pada tahap pemanenan. Pemanenan telur ayam dapat dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari baik pagi, siang atau sore. Tidak menutup kemungkinan, tidak semua telur berkualitas baik sehingga Anda harus mampu membedakan mana telur berkualitas yang layak untuk diperjualbelikan atau dan mana telur yang abnormal yang tidak layak dijual.

Itulah 7 tips dan cara beternak ayam petelur yang harus Anda tahu sebagai peternak ayam petelur pemula. Pengetahuan yang baik dan benar akan mendukung kenyamanan usaha Anda agar bisa mendapatkan hasil panen yang berkualitas dalam jumlah produksi yang melimpah.