0 di keranjang

Keranjang kosong

Diskon besar di banyak kategori produk.

6 Langkah Budidaya Ikan Lele yang Benar Agar Menguntungkan

Lele merupakan jenis ikan yang memiliki kandungan protein tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari. Banyak juga warung makan yang menyediakan ikan lele sebagai lauk andalannya, seperti lele goreng, pecel lele, dan sebagainya. Banyaknya permintaan akan ikan lele di pasaran, menjadikan jenis usaha budidaya ikan lele diminati oleh banyak orang. Budidaya ikan lele merupakan jenis usaha yang mudah untuk dilakukan.

Modal untuk memulai budidaya ikan lele juga termasuk ringan, dengan keuntungan yang besar. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan banyak orang yang menekuninya. Serius dalam budidaya ikan lele juga akan menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan untuk Anda. selain itu, Anda juga masih bisa menekuni jenis usaha atau pekerjaan yang lain sembari beternak lele.

Berikut ini cara budidaya ikan lele yang benar agar menghasilkan.

1. Membuat Kolam Ternak Lele

Langkah yang pertama adalah membuat kolam lele. Buatlah kolam lele yang lokasinya jauh dari lingkungan pabrik. Hal ini dimaksudkan agar kolam lele tidak terkontaminasi oleh limbah dan polusi yang berasal dari pabrik. Kolam lele yang baik memiliki suhu antara 20 sampai 28 derajat celcius. Suasana airnya juga harus tenang dengan warna hijau lumut.

Cara Budidaya Ikan Lele

nasastockist.com

Selanjutnya, kolam lele yang sudah jadi diisi air dengan jarak yang cukup dalam dari permukaan. Jika kolam lele diisi dengan air yang dangkal maka akan menyebabkan lele kepanasan dan akhirnya mati.

Anda juga bisa menambahkan tanaman seperti talas atau eceng gondok agar menyerap racun yang ada di air kolam tersebut. Talas dan eceng gondok juga akan memberikan keteduhan pada kolam lele.

2. Memilih Indukan yang Berkualitas

Pada saat beternak lele, Anda harus memilih bibit yang berkualitas. Pejantan lele dan betina yang berkualitas memiliki ciri-ciri tertentu yang harus Anda perhatikan. Ciri-ciri fisik pejantan lele memiliki tulang kepala pipih, perut ramping, lincah, warna lebih gelap, serta alat kelamin berbentuk runcing.

Sedangkan lele betina memiliki ciri-ciri perut lebih besar dari punggungnya, gerakan lamban, kepala cembung, serta kelamin yang berbentuk bulat.

3. Proses Mengawinkan Lele

Setelah memilih indukan yang berkualitas, tahap yang selanjutnya adalah proses mengawinkan lele. Saat hendak mengawinkan ikan lele Anda harus memperhatikan ciri-ciri lele  yang siap kawin. Lele yang siap kawin ini dapat dilihat dari alat kelaminnya.

Untuk lele pejantan yang siap kawin memiliki alat kelamin berwarna merah, dan lele betina memiliki alat kelamin berwarna kuning. Apabila sel telur sudah dibuahi dan benih lele sudah menetas, maka Anda bisa memisahkan benih-benih tersebut.

4. Pengembangbiakan Lele

Apabila proses mengawinkan lele sudah selesai, selanjutnya masuk ke langkah yang berikutnya yakni pengembangbiakan lele. Siapkan ember yang berisi air kolam untuk menampung benih  lele sebelum nantinya dipindahkan ke kolam. Apabila Anda memindahkan benih lele langsung ke dalam kolam akan menyebabkan benih lele stress dan akhirnya bisa mati.

Anda juga harus membersihkan kolam terlebih dahulu sebelum benih ikan lele dimasukkan. Setelah itu, letakkan ember yang berisi benih lele tersebut ke dalam kolam pada malam atau pagi hari. Letakkan setelah air kolam dikurangi sebanyak 10-20 cm.

Jangan memindahkan ember dari dalam kolam terlebih dahulu, tunggu selama 24 jam agar benih lele bisa beradaptasi dengan kondisi di kolam tersebut.

5. Pemeliharaan Lele

Masuk ke tahap budidaya ikan lele yang berikutnya, yakni pemeliharaan ikan lele. Anda harus melakukan pemeliharaan ikan lele yang baik dan benar agar nantinya mendapatkan hasil sesuai harapan.

Pemeliharaan ikan lele ini bisa dilakukan dengan cara memperhatikan dan menjaga kondisi kolam agar selalu bersih. Anda juga harus selalu memberikan pakan yang sehat dan berkualitas, agar ikan lele tumbuh dengan baik.

Anda bisa memberikan pakan untuk ikan lele sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pada pukul tujuh pagi, lima sore dan sepuluh malam.

Cara ternak Ikan Lele

sangkutifarm.com

Apabila Anda melihat ada beberapa ikan lele yang mendongakkan kepalanya ke atas maka bisa memberikan pakan tambahan. Karena hal tersebut menunjukkan ikan lele masih merasa lapar.

Pakan ikan lele dapat berupa sentrat 781-1 yang memiliki kandungan baik untuk ikan lele. Terlalu sering memberikan pakan juga tidak baik, karena akan menyebabkan endapan pakan, sehingga menimbulkan berbagai penyakit.

6. Pemisahan Lele Siap Panen

Apabila Anda sudah melakukan perawatan terhadap ikan lele dengan benar, maka akan tiba saatnya untuk memanen ikan lele. Ikan lele yang sudah siap panen memiliki ciri-ciri fisik yang bisa diamati.

Ciri-ciri tersebut yakni memiliki panjang 5-7 cm atau 9-12 cm. Ukuran panjang ikan lele tersebut paling banyak dicari di pasaran. Saat ikan lele sudah siap panen, maka warna air kolam juga akan berubah menjadi merah. Panen hingga bersih lele dewasa tersebut sampai habis. Agar nantinya bisa dihuni oleh benih-benih lele yang baru.

Beternak ikan lele memang bisa dilakukan oleh semua orang, namun hanya orang-orang yang bisa konsisten yang pada akhirnya sukses dengan bisnis budidaya ikan lele ini. Beberapa langkah di atas harus dilakukan dengan tepat untuk Anda yang akan melakukan ternak ikan lele, baik yang masih pemula ataupun yang sudah berpengalaman.

Demikianlah ulasan tentang budidaya ikan lele yang bisa dijadikan referensi dalam memulai usaha ternak ikan lele. Banyak sekali keuntungan yang akan Anda dapatkan saat memulai bisnis yang satu ini. Ikan lele juga merupakan jenis ikan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, sehingga penjualannya sangat mudah untuk dilakukan.